Fakta Menarik Seputar Ponsel

PONSEL adalah telepon elektronik tanpa kabel yang digunakan untuk jarak jauh, dimana dalam perjalanan (atau dalam keadaan berpindah-pindah tempat) secara berkesinambungan mengganti koneksi antenanya dari satu sinyal penerima ke sinyal penerima yang lain, tanpa terputus atau kehilangan konektivitas.

Disamping standard fungsi standar dari sebuah ponsel, ponsel teranyar telah mempunyai fitur seperti SMS untuk pesan text, MMS untuk pesan multimedia, radio, game konsol, koneksi terhadap internet, email servis, browsing, blogging, music player, asisten pribadi, kamera dan camcorder, ringtone, Push-to-Talk (PTT), Bluetooth dan infrared, streaming video, download content, video call, dan juga ber-koneksi terhadap PC (baik dengan dan tanpa kabel)

Kekuatan dalam sebuah ponsel untuk berfungsi didapat dari baterai yang dapat diisi ulang, dimanapun selama ada sumber listrik bahkan di dalam kendaraan sekalipun. Nickel Metal Hydride adalah tipe baterai yang paling banyak dipakai, dimana tipe baterai ini digunakan / direcharge kalau power baterai benar2 sudah habis atau kosong. Tipe baterai ini kemudian digantikan dengan tipe Lithium-Ion, dimana pengisian ulang / recharge tidak perlu dalam keadaan baterai benar2 habis.

Ponsel lalu menjadi ada karena penemuan cell bersegi enam pada tahun 1947 oleh Bell Labs engineers AT&T. Ini lalu dikembangkan lebih jauh selama dekade 1960an oleh Bell Labs. Dalam bertelepon, frekuensi saluran yang sedang digunakan tidak bisa secara otomatis diganti ke frekuensi yang lain (pemindahan frekuensi terjadi jika kita berpindah dari area yang ter-cover satu ke area ter-cover yang lain. Biasanya terjadi dalam perjalanan)

Amos Joel dari Bell Labs menemukan solusi dari masalah tersebut, dan lalu mereka menyebut penemuan itu sebagai “Call Handoff” , yang dapat mengganti frekuensi saluran secara otomatis, dalam keadaan berpindah-pindah sekalipun. Dan penemuan itu pun digunakan dalam telepon dalam mobil yang sekarang banyak digunakan.
Ponsel pertama yang dapat digunakan dibuat bukan untuk dalam kendaraan, yang berarti adalah telepon genggam. Ponsel tersebut diciptakan oleh Martin Cooper , seorang General Manager (Divisi Komunikasi) dari Motorola, yang menjadikan telepon genggam atau ponsel atau telepon selular pertama secara sah pada 3 April 1973.

Teknologi yang digunakan ponsel sekarang tergantung dari para operator telepon genggam ini. Meskipun begitu, semua operator tersebut menggunakan gelombang elektomagnetik, yang terhubung dengan pemancarnya. Pemancar gelombang terdiri dari banyak antena, yang biasanya terdapat pada tiang2, menara atau gedung2. Sebuah pemancar gelombang biasanya terpisah dengan pemancar gelombang lain sekitar 5 sampai 8 mil. Penerimaan sinyal yang lemah pada suatu ponsel terhadap satu pemancar gelombang akan dipindahkan ke pemancar terdekat. Selama pemindahan tersebut, ponsel akan meng-“Handoff” semua informasi ke pemancar gelombang yang lainnya.

Para operator telah menggunakan banyak teknologi untuk memperhalus jalannya arus sinyal / gelombang yang berupa data digital dari ponsel menuju ke pemancar gelombang dan sebaliknya.
Teknologi telepon genggam/ponsel dikelompokkan kedalam beberapa generasi, dimulai dari generasi 0 (nol) atau 0G. Teknologi teraktual yang sekarang adalah 4G, meskipun begitu, masih banyak ponsel2 sekarang yang masih digunakan dalam teknologi 1G, 2G dan 3G. Teknologi ponsel yang digunakan dalam setiap generasi bisa kita lihat berikut:

0G: PTT, MTS, IMTS, AMTS, OLT, MTD, Autotel/PALM, ARP
1G: NMT, AMPS/TACS/ETACS, Hicap, CDPD, Mobitex, DataTac

2G: GSM, iDEN, D-AMPS, IS-95/cdmaOne, PDC, CSD, PHS, GPRS, HSCSD, WiDEN, CDMA2000 1xRTT/IS-2000, EDGE (EGPRS)

3G: W-CDMA, UMTS (3GSM), FOMA, TD-CDMA/UMTS-TDD, 1xEV-DO/IS-856, TD-SCDMA, GAN (UMA), HSPA, HSDPA, HSUPA, HSPA+, HSOPA

4G : UMB, UMTS Revision 8 (LTE), WiMAX


Frequency bands: SMR, Cellular, PCS

Dampak dari penggunaan ponsel bagi kesehatan telah menjadi perhatian penuh diseluruh dunia. Penelitian di Copenhagen, dari Danish Institute of Cancer Epidemiology, the National Cancer Institute, dan Institute of Cancer Research, tidak memperlihatkan adanya hubungan antara kanker dengan penggunaan ponsel. Meskipun begitu, sebuah agen non pemerintah yaitu IARC (International Agency for Research on Cancer) yang mengambil bagian dalam World Health Organization (WHO) dari PBB, mengadakan penelitian dari 4500 pengguna ponseldan menemukan adanya hubungan yang erat antara penggunaan ponsel dengan frekuensi timbulnya tumor. Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan.

Menggunakan ponsel dalam berkendara merupakan fenomena yang terjadi sekarang ini. Beberapa lembaga resmi telah melarang penggnuaan ponsel selama berkendara, walaupun ada beberapa diantaranya memperbolehkan penggunaan Handsfree dalam berkendara. Meskipun begitu, penelitian telah menemukan bahwa pengalihan yang timbul akiibat menggunakan ponsel baik dengan atau tanpa Handsfree berkontribusi dalam terjadinya kecelakaan lalulintas. Penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan ponsel saat berkendara juga sedang dilakukan.

Nokia Corporation, saat ini merupakan perusahaan terbesar produsen ponsel. Beberapa perusahaan besar ponsel lainnya, secara alphabet, adalah 3G, Audiovox (sekarang menjadi UT Starcom), Benefon, BenQ-Siemens, Fujitsu, High Tech Computer Corporation (HTC), Kyocera, LG Mobile, Motorola, NEC, Panasonic (Matsushita Electric), Pantech Curitel, Philips, Research In Motion, Sagem, Samsung, Sanyo, Sharp, Siemens, Sierra Wireless, SK Teletech, Sony Ericsson, T&A Alcatel, Toshiba, dan Verizon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar